Penyebab utama kulit rusak
Kulit
merupakan organ terluar dari tubuh kita yang langsung berhubungan dengan
lingkungan. Jika lingkungan kurang menguntungkan bagi kesehatan maka pertama kali organ yang mudah terkena
pengaruhnya adalah kulit. Tidak mustahil jika pengaruh yang kurang baik
tersebut akan menyerang organ lain di dalam tubuh.
Beberapa
penyebab kerusakan kulit antara lain iklim tropis, lingkungan tempat tinggal,
kebiasaan hidup yang kurang sehat, kosmetik dan tanaman.
1. Iklim Tropis
Iklim
tropis merupakan jenis iklim yang mempunyai daerah luas di bumi ini. Daerah
yang terletak di antara 23,5 LU – 23,5 LS mempunyai jenis iklim tropis.
Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai iklim tropis dengan curah
hujan yang tinggi dan di cirikan dengan kelembapan yang tinggi meskipun mempunyai dua buah musim, penghujan
dan kemarau, tetapi irama musim tersebut tidak tegas perbedaannya.
Dalam satu tahun mungkin jumlah bulan-bulan yang basah (banyak turun hujan) lebih banyak daripada musim kemarau. Dengan Sinar Matahari yang melimpah yang akan mengubah provitamin-D dalam tubuh yang tersimpan di dalam depo-depo lemak dibawah kulit menjadi vitamin D yang berguna bagi pertumbuhan tulang. Meskipun demikian orang masih sulit mempercayai bahwa jumlah sinar matahari yang melimpah dan diterima oleh kulit secara intensif dapat berakibat buruk pada kulit dalam jangka waktu panjang. Sinar Ultraviolet dari pancaran sinar matahari dapat menyebabkan kanker kulit. Kanker kulit banyak diderita oleh orang Afrika, Amerika Selatan dan Australia. Siar Matahari didaerah tersebut terasa lebih panas dibandingkan daerah lain.
2. Lingkungan
Hidup manusia tidak dapat lepas dari pengaruh lingkungan. Lingkungan dibagi menjadi 3 jenis, yaitu Lingkungan biologik, fisik dan sosial. Antara satu jenis ligkugan dengan yag lainnya saling mempengaruhi. Lingkugan biologik terdiri dari semua makhluk hidup termasuk manusia, hewan, tumbuhan dan mikroorganisme. Lingkungan fisik terdiri dari benda-benda tak hidup termasuk sinar matahari, cuaca atau iklim, bangunan, tanah tempat dan tempat tinggal dan lain-lainnya. Sementara lingkugan sosial adalah semua jenis perilaku individual dalam masyarakat, seperti terjadinya interaksi sosial yang berkembang di tengah-tengah masyarakat baik secara luas ataupun pada tingkat yang lebih sempit.
3. Kebiasaan Hidup.
Kebiasaan hidup seseorang dalam menjaga kesehatan sanagat ditentukan oleh tingkat kesadaran dalam mengatur pola hidup pribadi dan masyarakatnya. Bukan ditentukan derajat perekonomian dan status kepangkatannya. Sudah banyak contoh dalam kasus ini, orang yang hidup sederhana, tetapi mampu mengatur tempat tinggal dengan baik dapat menjamin kesehatan bagi dirinya, keluarga dan membantu peningkatan derajat kesehatan masyarakat . sebaliknya tidak sedikit pula kita menjumpai orang yang mempunyai harta dan status kepangkatan yang tinggi malahan temp[at tinggalnya kurang memenuhi syarat kesehatan